Muhammad Abdullah Azzam
16 Desember 2019•Update: 16 Desember 2019
Ozcan Yildirim
ANKARA
Turki mendeportasi seorang teroris ke negara asalnya, yakni Prancis.
Pernyataan tertulis Kementerian Dalam Negeri Turki pada Senin mengatakan proses ekstradisi dari Turki untuk memulangkan teroris asing lainnya masih berlanjut.
Kementerian itu tak menyebutkan organisasi apa yang terafilasi dengan teroris itu.
Pada 9 November lalu, Kemendagri Turki mengatakan bahwa negaranya mulai mengekstradisi anggota teroris Daesh/ISIS yang mereka tangkap ke negara asal mereka.
Sebelumnya, Turki juga sudah mendeportasi 11 warga negara Perancis yang memiliki keterkaitan dengan kelompok teroris Daesh/ISIS.
Turki berargumen bahwa teroris kelahiran asing harus dipulangkan ke negara asal mereka, sementara sejumlah negara Eropa menolak karena para teroris telah didenasionalisasi.
Meskipun sejumlah negara Eropa menolak upayanya mengirim anggota Daesh/ISIS kembali ke negara mereka, Ankara tetap menegaskan diri untuk terus melakukannya.
Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan pekan lalu bahwa sejauh ini, Turki telah mendeportasi 7.500 anggota Daesh dan saat ini, 1.149 anggota kelompok teroris itu ditahan di penjara Turki.