Muhammad Abdullah Azzam
29 Desember 2020•Update: 30 Desember 2020
Behlul Cetinkaya
ANKARA
Turki terus menjadi pelindung bagi negara tergolong kurang berkembang (least developed countries; LDC) dalam giat diplomasinya dan dukungan kemanusiaannya, kata menteri luar negeri negara itu pada Senin.
Berbicara di Webinar Jalan Keberlanjutan Menuju 2030, babak pertama Global Hope Festival, Menlu Mevlut Cavusoglu mengatakan Turki mendukung negara-negara kurang berkembang di platform internasional.
"Turki menjadi ketua bersama Group of Friends, yang didirikan di PBB untuk mendukung negara-negara kategori itu, dan menjadi tuan rumah Bank Teknologi PBB di distrik Gebze [provinsi Kocaeli barat laut] untuk transfer teknologi ke negara-negara yang kurang berkembang," tutur dia.
"Kami mendukung dan menandatangani banyak keputusan yang melindungi kelompok dan negara rentan di platform internasional. Selama pandemi Covid-19, kami membantu setiap negara yang membutuhkan tanpa memandang agama, bahasa atau ras," ujar Cavusoglu.
Menurut PBB, saat ini terdapat 46 negara dalam daftar LDC, yang ditinjau setiap tiga tahun sekali.
Negara-negara berpenghasilan rendah ini berhadapan dengan hambatan struktural yang parah untuk pembangunan berkelanjutan, dan sangat rentan terhadap guncangan ekonomi dan lingkungan.
Dia mengatakan Presiden Recep Tayyip Erdogan memainkan peran penting dalam pengadopsian Agenda 2030 PBB untuk Pembangunan Berkelanjutan, dan sangat mementingkan isu tersebut.
Realisasi tujuan pembangunan berkelanjutan menjadi tanggung jawab semua individu dan institusi, tukas Cavusoglu.