Türkİye

Bulan Sabit Merah: 'Turki bukan negara terkaya, tapi tetap dermawan'

Lembaga itu memiliki target di 2018 untuk membantu 31 juta orang yang membutuhkan bantuan kemanusiaan

S. Ahmet Aytac dan Faruk Zorlu  | 08.02.2018 - Update : 08.02.2018
Bulan Sabit Merah: 'Turki bukan negara terkaya, tapi tetap dermawan'

Ankara

S. Ahmet Aytac dan Faruk Zorlu

ANKARA

Turki bukanlah negara terkaya di dunia tapi merupakan negara yang paling dermawan, dan mereka bermaksud membantu sekitar 31 orang miskin dan tertindas di seluruh dunia tahun ini, kata pemimpin Bulan Sabit Merah Turki Kerem Kinik pada Kamis.

Kinik juga mengatakan tahun lalu, organisasi itu berhasil membantu jutaan orang.

"2017 merupakan tahun yang baik bagi Bulan Sabit Merah Turki. Kami membantu 18,6 juta orang yang membutuhkan bantuan di Turki dan di negara-negara lain," kata Kinik kepada Anadolu Agency di Ankara.

"Kami memiliki anggaran USD850 juta untuk 2017. Kami menggunakan lebih dari 80 persen dari itu - hampir USD700 juta - untuk bantuan kemanusiaan. Pada 2017, Bulan Sabit Merah Turki menyalurkan bantuan untuk 13 juta orang yang membutuhkannya di 46 negara di seluruh dunia," terangnya.

Tahun depan, mereka memiliki target membantu lebih dari 31 juta orang seiring meningkatnya anggaran menjadi USD1,5 miliar.

Donor darah dan Kartu Kizilay

"Hampir 2,5 juta orang mendonor darah kepada Bulan Sabit Merah pada 2017 dan kami memenuhi target tahun lalu," kata Kinik.

"Kami juga menerima 274.000 donasi sel batang. Kami melakukan 500 transplantasi. Tahun ini kami ingin menerima lebih dari 2,5 juta sumbangan darah," tambahnya.

Salah satu program Bulan Sabit Merah adalah Kartu Kizilay, yaitu kartu debit khusus untuk pengungsi.

"Kami memiliki 1,3 juta pengguna Kartu Kizilay. Kebanyakan dari mereka, hampir 95 persen, adalah pengungsi dari Suriah. Namun yang terdaftar ada penduduk dari 65 negara-negara lain. Kartu ini memberikan martabat dan kebebasan bagi mereka yang memegangnya," terang Kinik.

Dengan menggunakan kartu itu, para pengungsi bisa belanja di toko-toko Halkbank dan bahkan menggunakan ATM.

Turki menampung pengungsi Suriah terbanyak di dunia. Mereka mengeluarkan lebih dari USD20 miliar dari anggaran nasional untuk membantu dan melindungi pengungsi sejak perang Suriah merebak pada 2011.

Rencana 2018

"Salah satu target kami untuk tahun ini adalah untuk membantu memberikan akses pendidikan bagi 10 juta warga Turki," kata Kinik.

Selain itu, dalam proyek bersama Badan Manajemen Bencana dan Darurat Turki (AFAD) mereka berencana membangun rumah untuk 125.000 pengungsi Rohingya di Bangladesh, yang melarikan diri dari Myanmar.

"Kami juga akan membangun pusat bantuan kemanusiaan terbesar di Gaza, Palestina," tambahnya.

Afrin

Untuk menangani kebutuhan kemanusiaan setelah Operasi Ranting Zaitun di Afrin, Suriah, Bulan Sabit Merah mendirikan kamp-kamp pengungsi untuk menampung mereka yang melarikan diri.

"Kami menyediakan tempat tinggal dan makanan. Kami membangun sekolah dan ruang beribadah. Di sana juga tersedia layanan medis," imbuh Kinik.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.