Rıskı Ramadhan
28 April 2018•Update: 29 April 2018
Mohamad Misto, Selen Temizer, Levent Tok
AL-HASAKAH/ANKARA
Militer Perancis telah meningkatkan koordinasi dengan teroris YPG/PKK di beberapa wilayah yang dikuasai oleh kelompok teroris tersebut di utara Suriah.
Akhir bulan lalu, petinggi-petinggi SDF - cabang kelompok teror PKK di Suriah – melakukan pertemuan dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron di Paris.
Kemudian sejumlah media Perancis melaporkan bahwa Perancis telah berjanji untuk mengirim pasukan ke wilayah Manbij di utara Suriah untuk mendukung SDF.
Sebelumnya, Kepresidenan Perancis mengatakan bahwa Macron menyuarakan harapannya agar dapat terbentuk "dialog" antara SDF dan Turki "dengan bantuan Perancis dan komunitas internasional".
Sebagai tanggapan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, "Jika benar ada pernyataan [oleh Kepresidenan Perancis] bahwa 'Kami dapat menjadi penengah antara Turki dan SDF', iorang yang mengatakan itu berarti telah melebihi kapasitasnya."
Menurut sumber-sumber lokal, Pasukan Khusus Perancis tiba di sebuah basis AS di kota Rmelan yang dikuasai YPG / PKK - yang terletak di provinsi Al-Hasakah – pada Kamis malam.
Menurut sumber yang sama, personel militer Perancis sering keluar dan masuk ke Suriah melalui negara tetangga Irak dalam beberapa waktu terakhir.
Pasukan Perancis juga berpatroli di sekitar Manbij, Raqqah dan Deir az-Zor menggunakan kendaraan lapis baja dengan didampingi tentara AS dan teroris YPG/PKK. Mereka juga sering mengunjungi titik-titik yang ditempati teroris YPG/PKK .
Personel militer Perancis juga telah bertemu dengan para pemimpin kelompok teroris, yang mendapatkan senjata dan peralatan militer dari Perancis, kata sumber yang sama.
Lima pangkalan militer
Militer Perancis juga berada di lima pangkalan militer di daerah yang dikuasai kelompok teror YPG/PKK di utara Suriah, menurut sumber yang sama.
Lebih dari 70 prajurit Pasukan Khusus Perancis - di bawah naungan koalisi internasional melawan Daesh - sekarang ditempatkan di pabrik Lafarge Cement dekat Mistanur Hill dan desa Harb-Isk di kota Ayn al-Arab (Kobani) di provinsi Aleppo, utara Suriah, kata sumber tersebut.
Pasukan Perancis, tambah sumber, juga melakukan operasi lapangan gabungan dengan teroris YPG/PKK.
Saat membangun pangkalan udara di Harb-Isk, tentara AS juga memasukkan pabrik semen di dekatnya ke dalam wilayah pangkalan tersebut.
Pangkalan itu dikendalikan oleh personel militer AS yang beroperasi di bawah koalisi, sejumlah pasukan Perancis juga ditempatkan di sana.
Sementara itu, lebih dari 30 tentara Perancis juga beroperasi dengan organisasi teroris YPG/PKK di kota Raqqah di utara Suriah.
Selain Pasukan Khusus Perancis , ada dua kesatuan lain yang beroperasi di wilayah tersebut.
Meski terdaftar berada di Irak, mereka kerap menyeberang ke utara Suriah melalui perbatasan Simelka.