Adem Salvarcioglu
31 Mei 2018•Update: 01 Juni 2018
Adem Salvarcioglu
ANKARA
Lebih dari separuh anak-anak di seluruh dunia terancam oleh "konflik, kemiskinan yang meluas atau diskriminasi terhadap anak perempuan", menurut laporan Save the Children yang dipublikasikan pada hari Rabu.
Laporan organisasi non-pemerintah internasional itu dikeluarkan menjelang Hari Anak Internasional yang ditandai pada 1 Juni.
Laporan berjudul "Berbagai Wajah Pengecualian" membuat peringkat atas 175 negara dan membaginya ke dalam kategori di mana masa kanak-kanak tidak terancam dan paling terancam karena masalah kesehatan, kekurangan gizi, pendidikan, pekerja anak, pernikahan anak, kehamilan dini, dan juga kekerasan ekstrem.
Laporan tersebut mengatakan Singapura dan Slovenia ada di peringkat pertama, sementara Norwegia, Swedia, dan Finlandia berada di lima besar.
Di peringkat terakhir -- sebagai negara yang paling membuat anak-anak terancam sederet masalah tersebut -- adalah Nigeria, yang sudah duduk di posisi yang sama selama dua tahun belakangan. Delapan dari 10 negara terbawah diisi oleh negara-negara di Afrika Barat dan Tengah. Sedangkan Turki berada di peringkat ke-64.
Laporan itu juga mengungkapkan "lebih dari satu miliar anak-anak hidup di negara-negara yang dilanda kemiskinan; 240 juta di negara-negara yang terkena dampak konflik dan kerapuhan; dan lebih dari 575 juta anak perempuan tinggal di negara-negara di mana bias gender menjadi masalah serius."