Ekip
26 Agustus 2021•Update: 27 Agustus 2021
Khalil Salhashour, Sayed Zafar Mahdi
ISTANBUL/TEHRAN
Dua atlet Paralimpiade dari Afghanistan telah dievakuasi dengan aman dari negara itu pada Rabu, kata Komite Paralimpiade Internasional (IPC), yang menolak untuk membocorkan rincian tujuan mereka.
Dalam sebuah pernyataan, badan global yang menyelenggarakan Paralimpiade itu mengatakan bahwa atlet taekwondo Zakia Khodadadi dan atlet trek dan lapangan Hossein Rasouli sudah keluar dari Afghanistan.
Kedua atlet itu seharusnya mewakili Afghanistan di Paralimpiade Tokyo 2020 yang dimulai sejak Selasa.
Namun, setelah negara itu jatuh ke dalam kekacauan karena Taliban mengambil alih kekuasaan, keduanya termasuk di antara ribuan orang yang terdampar di bandara.
"Upaya telah dilakukan untuk membawa mereka keluar dari Afghanistan. Mereka sekarang berada di tempat yang aman," kata juru bicara IPC Craig Spence, Rabu.
"Saya tidak akan memberi tahu keberadaan mereka saat ini karena ini bukan menyangkut olahraga. Ini tentang menjaga warga Afghanistan tetap aman," tambah dia.
Menurut Spence, para atlet telah melalui "pengalaman yang sangat traumatis" sehingga mereka kini menjalani bimbingan konseling dan bantuan psikologis.
IPC sebelumnya telah mengumumkan bahwa para atlet Afghanistan tidak lagi dapat berpartisipasi di ajang olahraga itu.
Mereka menjelaskan bahwa bendera Afghanistan yang dibawa oleh seorang relawan saat upacara pembukaan Paralimpiade Tokyo pada Selasa hanyalah untuk tujuan simbolis.
Namun, menurut sejumlah laporan, Khodadadi dan Rasouli termasuk di antara 50 atlet Afghanistan yang telah diterima oleh pemerintah Australia.
Jika berpartisipasi di Paralimpiade, Khudadadi, 23, adalah atlet putri Afghanistan pertama yang mewakili negaranya di ajang olahraga itu.