Shadi Khan Saif
18 Oktober 2017•Update: 19 Oktober 2017
Shadi Khan Saif
KABUL
Lebih dari 70 orang, termasuk seorang kepala polisi daerah, tewas dalam sejumlah serangan bom dan tembak di provinsi Paktia dan Ghazni, Afganistan pada Selasa.
Pihak berwenang mengatakan serangan pertama terjadi di Paktia ketika militan menyerang markas kepolisian daerah pukul 09.00 waktu setempat. Penyerang menggunakan truk dan kendaraan berlapis baja untuk meledakkan bom yang menewaskan 41 orang, termasuk kepala polisi daerah Brigjen Toryali Abdiani. Lebih dari 100 orang terluka dalam insiden itu, kata Wakil Gubernor Hidayatullah Hamidi kepada Anadolu Agency.
Sejumlah mahasiswa Universitas Paktia dan warga sipil yang berada di kantor polisi untuk mengambil KTP dan paspor juga menjadi korban ledakan tersebut.
Wakil Menteri Dalam Negeri Jenderal Murad Ali Murad mengatakan 21 warga sipil termasuk korban tewas dalam ledakan Paktia.
Kementerian Dalam Negeri Afganistan mengatakan tujuh orang militan melakukan serangan itu; dua di antara mereka meledakkan bom dan lima berbaku tembak dengan polisi.
Paktia dikenal sebagai tempat tumbuh dan berlindungnya jaringan Haqqani yang berafiliasi dengan Taliban.
Dalam pernyataan yang dirilis di Twitter, juru bicara Taliban Zabihullah Mujahed mengatakan serangan Paktia dilakukan oleh Taliban dan mereka menjadikan polisi sebagai target.
Serangan Ghazni
Taliban meluncurkan serangan berikutnya di provinsi Ghazni, di mana polisi mengatakan militan meledakkan sebuah kendaraan berlapis baja dekat kantor administratif daerah pada dini hari.
Baku tembak kemudian terjadi antara penyerang dan pihak keamanan.
Sebuah keterangan resmi mengatakan 30 orang, kebanyakan anggota polisi, tewas dalam insiden itu.
Pihak Taliban memberikan estimasi korban lebih tinggi, mengatakan 44 polisi tewas di Ghazni dan militan berhasil merampas senjata dan amunisi.
Pemerintah Afganistan mengatakan kelompok-kelompok musuh dan pendukung mereka menghadapi ancaman yang meningkat dari militer Afganistan dan sekutunya, yang mendorong mereka meluncurkan serangan ini ketika upaya perundingan damai mulai ditingkatkan.
Serangan drone tewaskan militan
Kedua serangan teroris itu dikecam keras oleh pemerintah Turki yang juga menyampaikan "bela sungkawa kepada warga dan pemerintah Afganistan, serta ucapan cepat sembuh bagi mereka yang terluka," dalam sebuah pernyataan.
Kementerian Luar Negeri Pakistan juga mengecam serangan itu dan meyampaikan duka cita atas nyawa-nyawa yang hilang.
Serangan terbaru di Afganistan ini datang menyusul laporan adanya sejumlah serangan drone oleh AS di Afganistan dan Pakistan.
Setidaknya dua drone menyerang provinsi Nangarhar yang berbatasan dengan Pakistan pada Selasa.
Hazrat Hussain, juru bicara polisi Jalalabad, mengatakan kepada Anadolu Agency salah satu serangan itu menewaskan 11 tersangka anggota faksi Lashkar-e-Islam. Sedangkan serangan di distrik Nazyano menewaskan 12 militan pro-Daesh, tambahnya.