Maria Elisa Hospita
08 Desember 2020•Update: 08 Desember 2020
Felix Tih
ANKARA
Sebuah kelompok hak asasi manusia telah meminta Amerika Serikat untuk tidak mengabaikan korban sipil dari serangan udara setelah penarikan pasukan dari Somalia.
Amnesty International merilis pernyataan itu pada Senin, beberapa hari setelah AS mengumumkan bahwa pasukannya akan ditarik dari negara Tanduk Afrika tersebut mulai Januari 2021.
"Presiden Donald Trump memerintahkan Departemen Pertahanan dan Komando Afrika Amerika Serikat (AFRICOM) untuk memposisikan kembali sebagian besar personel dan aset militer keluar dari Somalia pada awal 2021," kata Pentagon dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Jumat.
Amnesty juga meminta AS untuk mempertahankan operasi kontraterorisme di Somalia.
“Terlepas dari apakah pasukan darat AS meninggalkan Somalia atau tidak, AFRICOM harus menjamin keadilan bagi warga sipil korban pelanggaran hukum humaniter internasional dan keluarganya. Jika serangan udara berlanjut, AFRICOM harus memastikan bahwa mereka melakukan semua tindakan pencegahan yang layak untuk menyelamatkan warga sipil," tegas Direktur Amnesty International untuk Afrika Timur dan Afrika Selatan.
Pada April, AS mengakui membunuh dua warga sipil selama operasi mereka pada 2019 di Somalia.
AS telah terlibat dalam operasi militer melawan kelompok teroris al-Shabaab di Somalia sejak 2007. Serangan udara pun meningkat sejak awal 2017.
Pada Juni, militer AS mengumumkan telah melancarkan 63 serangan sepanjang tahun lalu pada tahun 2019 dan setidaknya 40 serangan selama lima bulan pertama tahun 2020.