21 Juli 2017•Update: 23 Juli 2017
Shenny Fierdha
JAKARTA
Ribuan warga Bandung turun ke jalan pada Jum'at (21/7) dalam aksi long march Aliansi Masyarakat Selamatkan Al Aqsa (AMSA). Aksi ini digelar untuk memprotes penutupan Masjid Al Aqsa oleh keamanan Israel.
“Seluruh kaum Muslim mengecam keras Israel karena menjajah Palestina. Sudah seminggu ini mereka memblokade Masjid Al Aqsa sehingga tidak ada adzan dan solat. Orang mau masuk ke sana ditembak dan terluka,” ujar Ketua AMSA, Gaos Abdul Hamid, saat dihubungi Anadolu Agency, Jum'at.
Secara politik, AMSA menyerukan kepada pemerintah Indonesia untuk mengutuk kependudukan Israel di Palestina. "Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan.”
Gaos berharap Presiden Joko Widodo membawa permasalahan Israel-Palestina ke forum internasional mengingat apa yang dilakukan Israel merupakan kejahatan kemanusiaan.
“Kita ingin Israel menghentikan blokade terhadap Masjid Al Aqsa. Umat Islam harus bebas beribadah di sana karena masjid ini milik umat Islam. Itu kata Allah dalam Al Quran. Itu bumi yang disucikan untuk kita. Kita akan terus lakukan aksi dengan massa yang lebih masif kalau [Masjid Al Aqsa] masih diblokir,” tegasnya.
Ribuan massa yang berasal dari berbagai elemen masyarakat dan organisasi Islam seperti Gema Keadilan, Lembaga Dakwah Kampus, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia, memulai aksi mereka dengan berjalan kaki dari Masjid Pusat Dakwah Indonesia (PUSDAI) menuju kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Massa lalu berlanjut ke Jalan Merdeka dan berhenti di depan pusat perbelanjaan Bandung Indah Plaza sebelum melanjutkan perjalanan ke Masjid Al Ukhuwwah di Wastukencana.
Aksi dimulai setelah solat Jumat dan berakhir pukul 16.00 WIB.
Selain di Bandung, aksi serupa juga terjadi di beberapa kota di Indonesia seperti Makassar dan Jakarta yang dilakukan oleh kaum Muslim sebagai bentuk dukungan dan solidaritas terhadap nasib masyarakat Palestina.