22 Juli 2017•Update: 22 Juli 2017
Shenny Fierdha
JAKARTA
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meresmikan pembangunan dan renovasi Masjid Baitul Muttaqin di Desa Tenggulun, Lamongan Jawa Timur Jumat. Kawasan ini pernah menjadi tempat para teroris merencanakan dan merakit 1,2 ton bom.
Dalam siaran pers resmi BNPT yang diterima Anadolu Agency, Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius mengatakan bahwa pembangunan dan renovasi masjid termasuk soft approach penanggulangan terorisme di Indonesia.
“Metode soft dan hard approach yang digalakkan oleh BNPT ini dalam rangka menjunjung tinggi nilai-nilai humanis dalam menghadapi aksi terorisme. Tidak hanya dengan penindakan saja, tetapi harus mampu memenangkan hati dan pikiran orang-orang yang terpapar paham radikal dengan lemah lembut,” kata Suhardi.
Langkah ini merupakan bagian dari program deradikalisasi yang dijalankan oleh BNPT.
Kepala BNPT berharap peran dan fungsi masjid sebagai pusat pendidikan dapat dimaksimalkan sehingga para generasi muda memiliki kepekaan terhadap bahaya tindak terorisme.
Rencananya BNPT akan membangun masjid sampai ke Bima, Nusa Tenggara Barat, sebagai upaya untuk mendidik masyarakat mengenai bahaya terorisme.
Masjid Baitul Muttaqin di Lamongan ini berada di bawah Yayasan Lingkar Perdamaian yang dipimpin oleh mantan teroris Ali Fauzi Manzi. Ali merupakan adik Amrozi, salah satu pelaku insiden Bom Bali I.
Yayasan Lingkar Pedamaian didirikan sebagai upaya untuk menebus kesalahan masa lalu terkait insiden berdarah yang menewaskan sekitar 200 orang tersebut pada 2002.