Maria Elisa Hospita
14 September 2018•Update: 15 September 2018
Umar Farooq
WASHINGTON
Gedung Putih membantah klaim bahwa Presiden Amerika Donald Trump telah menawarkan bantuan senilai USD5 miliar ke Palestina jika Palestina bersedia berunding kembali dengan Israel.
Klaim itu dilaporkan oleh surat kabar Israel, Globes, yang bahkan menyebutkan bahwa Trump bersedia memberi bantuan lebih banyak dari jumlah yang diusulkan.
"Palestina bisa memilih untuk tetap bersikeras melanjutkan penolakan mereka yang dapat mendorong PA [Otoritas Palestina] jatuh ke jurang krisis ekonomi yang parah, atau pemimpin Palestina mau duduk berunding untuk meraih kemerdekaan politik dan ekonomi," kata Globes.
Perwakilan Khusus Trump untuk Perundingan Internasional Jason Greenblatt menegaskan bahwa laporan itu sama sekali tidak benar.
"Fakta: Salah. Ketika rencana perdamaian dirilis, jika PA benar-benar menginginkan perdamaian dan meningkatkan kehidupan Palestina, PA seharusnya terlibat langsung dalam peninjauan rencana. Klaim soal bantuan USD5 miliar sama sekali tak masuk akal. Bagaimana bisa hal itu mencapai perdamaian?" kata Greenblatt di Twitter.
Dalam beberapa bulan terakhir, AS telah mengambil sejumlah langkah untuk memotong pendanaan ke Palestina, termasuk menghentikan dana ke UNRWA dan menutup kantor misi Palestina di Washington.
Langkah-langkah tersebut dipandang sebagai pendekatan AS dalam perwujudan rencananya untuk perdamaian Timur Tengah.