Michael Hernandez
22 Maret 2022•Update: 25 Maret 2022
WASHINGTON
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan para pemimpin Jerman, Prancis, Italia, dan Inggris berjanji untuk melanjutkan dukungan mereka terhadap Ukraina saat negara itu menahan invasi Rusia.
Gedung Putih pada Senin mengungkapkan dukungan tersebut termasuk pemberian bantuan militer lanjutan untuk Kyiv ketika Rusia berulang kali memperingatkan bahwa pengiriman semacam itu akan menjadi "target yang sah."
Biden, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Olaf Scholz, Perdana Menteri Italia Mario Draghi, dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson "membahas keprihatinan serius mereka tentang taktik brutal Rusia di Ukraina, termasuk serangannya terhadap warga sipil," kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan setelah percakapan mereka selama satu jam.
"Mereka menggarisbawahi dukungan berkelanjutan untuk Ukraina, termasuk dengan memberikan bantuan keamanan kepada warga Ukraina pemberani yang membela negara mereka dari agresi Rusia, dan bantuan kemanusiaan kepada jutaan warga Ukraina yang melarikan diri dari kekerasan," tambah pernyataan Gedung Putih.
Perang satu bulan Rusia telah dikecam habis-habisan oleh komunitas internasional, dan telah ditanggapi dengan sanksi-sanksi oleh Barat.
Kejatuhan ekonomi telah diperburuk oleh penarikan perusahaan global yang keluar dari Rusia.
Setidaknya 925 warga sipil tewas selama perang, dan 1.496 terluka, menurut penghitungan PBB. Namun, badan internasional itu memperingatkan bahwa jumlah korban sebenarnya "jauh lebih tinggi."