Rhany Chairunissa Rufinaldo
22 Januari 2019•Update: 22 Januari 2019
Aref Youssef
ERBIL, Irak
Koalisi pimpinan Amerika Serikat mendesak tentara Irak dan pasukan Kurdi Peshmerga meningkatkan kerja sama dalam perang melawan kelompok teroris Daesh.
Permintaan ini disampaikan dalam pertemuan yang diadakan pada Senin antara Brigadir Jenderal AS Austin Renforth dan Kanselir Dewan Keamanan Regional Kurdi (KRSC) Masrour Barzani.
Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor Barzani mengatakan pembicaraan antara kedua belah pihak membahas cara-cara untuk meningkatkan koordinasi antara Peshmerga dan pasukan keamanan Irak, sebagian besar di wilayah yang disengketakan.
Barzani menggarisbawahi perlunya meningkatkan dukungan dan bantuan kepada pasukan Peshmerga.
Menurut pernyataan itu, Renforth menyoroti pentingnya memiliki pasukan Peshmerga yang terlatih untuk menjaga keamanan di wilayah tersebut.
Pasukan Irak dan pasukan Peshmerga, yang didukung oleh koalisi yang dipimpin AS, berperang berdampingan melawan Daesh selama tiga tahun setelah kelompok teroris itu menyerbu wilayah yang luas di Irak utara dan barat pada 2014.
Namun, hubungan antara kedua belah pihak memburuk hingga tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya pada akhir 2017, setelah referendum tentang kemerdekaan regional Kurdi.
Bersamaan dengan pelatihan pasukan Irak, koalisi yang dipimpin AS terus memberi tentara Irak dukungan militer udara saat mereka memburu dan menghancurkan keberadaan kelompok teroris yang bertahan lama.
Pada akhir 2017, Baghdad menyatakan bahwa kehadiran militer Daesh di Irak telah disingkirkan setelah konflik tiga tahun yang berakhir dengan jatuhnya Mosul yang dikuasai Daesh.
Namun para Irak terus melakukan operasi terhadap sel-sel Daesh, yang diduga tetap aktif di bagian-bagian tertentu negara itu.