Rhany Chairunissa Rufinaldo
22 Januari 2019•Update: 22 Januari 2019
Sibel Ugurlu
ANKARA
Juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) Turki pada Senin mengatakan kebijakan yang mengarah kepada pembentukan Afghanistan kedua di Mediterania harus dihindari.
Berbicara pada konferensi pers di markas besar partai di Ankara, Omer Celik mengatakan sejumlah negara menggunakan kelompok-kelompok teroris sebagai proksi di Afghanistan dan saat ini, mengendalikan mereka adalah sesuatu yang mustahil.
Dia menekankan bahwa hal yang sama bisa terjadi di Suriah jika dukungan kepada kelompok-kelompok teroris masih berlanjut.
Celik mengatakan kebijakan irasional yang telah berkali-kali terbukti salah ini telah mengorbankan warga Afghanistan, Suriah dan mereka yang menginginkan demokrasi dan hak asasi manusia.
"Kebijakan yang mengarah pada pembentukan Afghanistan kedua di Mediterania harus dihindari karena dunia mengeluarkan biaya yang besar untuk menjaga stabilitas di Afghanistan," ujarnya.
Turki mengecam keras dukungan Amerika Serikat terhadap kelompok teror YPG/PKK di Suriah dengan mengadu domba kelompok itu dengan Daesh.
"Namun, jika Anda mengirim truk bermuatan senjata ke kelompok teror YPG/PYD atau PKK, jika Anda merangkul mereka seperti kekuatan yang sah dengan dalih perang melawan Daesh dan terlebih lagi jika Anda mengatakan kelompok teror ini adalah sekutu Anda, maka Anda akan menciptakan Afghanistan lain di dunia dengan tangan dan uang Anda sendiri," tegas Celik.
Dia mengatakan situasi di sebelah timur Sungai Eufrat, Suriah, adalah ancaman utama bagi Turki yang akan dihilangkan, katanya, mengutip kehadiran teroris YPG/PKK di wilayah tersebut.
"Mereka yang berbicara tentang integritas wilayah Suriah dan kedaulatan rakyatnya harus mengambil sikap berprinsip terhadap kelompok-kelompok teror," tutur Celik, memperingatkan bahwa ikatan dengan kelompok-kelompok teror ini menunda solusi politik di Suriah.
Celik juga mengungkapkan bahwa Turki memiliki kapasitas untuk memerangi Daesh, mengambil alih keamanan di Manbij dan membentuk zona aman di Suriah.
Bulan lalu, Presiden AS Donald Trump tiba-tiba mengumumkan rencananya untuk menarik pasukan Amerika dari Suriah.
Trump menyampaikan keputusan tentang penarikan pasukannya selama panggilan telepon dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, di mana kedua pemimpin sepakat tentang perlunya koordinasi yang lebih efektif terkait Suriah.
Dalam sebuah panggilan telepon minggu lalu, Erdogan dan Trump membahas gagasan untuk mendirikan zona aman bebas teror di Suriah utara dekat perbatasan Turki.