Maria Elisa Hospita
03 Juli 2018•Update: 04 Juli 2018
Muhammed Bilal Kenasari
WASHINGTON
Amerika Serikat ingin mengurangi pendapatan minyak Iran sampai ke titik nol, kata direktur perencanaan kebijakan Departemen Luar Negeri, Senin.
"Kami berupaya untuk mengurangi gangguan ke pasar global, namun kami yakin ada kapasitas produksi cadangan minyak global yang memadai," kata Brian Hook kepada wartawan.
Hook mengatakan bahwa lebih dari 50 perusahaan telah mengumumkan niat mereka untuk meninggalkan pasar Iran, khususnya di sektor energi dan keuangan, karena AS akan memberlakukan sanksi terhadap Iran.
"Kami telah menunjukkan sikap kami kepada negara-negara dan perusahaan di seluruh dunia bahwa kami akan memberikan tekanan ekonomi yang berat atas Iran sampai rezim mengubah kebijakan destabilisasi," tambah dia.
Hook juga mengatakan, delegasi di bawah pimpinannya akan mengunjungi negara-negara Teluk "dalam beberapa hari mendatang", sebagai bagian dari upaya diplomatik global.
Pada bulan Mei, Presiden Donald Trump menarik partisipasi AS dari kesepakatan nuklir, yang ditandatangani pada tahun 2015 oleh Iran dan kelompok negara P5 + 1 (lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB ditambah Jerman).
Departemen Keuangan menyebutkan bahwa sanksi terhadap Iran akan berlaku dalam periode 90 hari dan 180 hari - setelah 6 Agustus dan 4 November.
Menurut Laporan Pasar Minyak OPEC untuk Mei, produksi minyak mentah Iran mencapai sekitar 3,8 juta barel per hari, dan negara itu mengekspor lebih dari 2 juta barel minyak.