Surya Fachrizal Aprianus
28 April 2018•Update: 29 April 2018
Barry Ellsworth
TRENTON, Kanada
Polisi di Kanada, Eropa dan Amerika Serikat menutup situs propaganda Daesh dalam operasi bersama untuk mengidentifikasi situs-situs ekstrimis yang menyebarkan pesan-pesan kebencian, pada Jumat, kata pihak berwenang setempat.
Target utama operasi tersebut adalah situs-situs Daesh seperti Aamaq, Radio al-Bayan, serta situs berita Halumu dan Nasher.
Badan polisi Europol menyatakan telah menyita server dan data pada akhir 2015 setelah serangan Daesh di Paris yang menewaskan 130 orang itu.
Operasi dua hari itu berakhir Rabu tetapi diumumkan pihak otoritas pada Jumat.
Otoritas Belgia memimpin operasi dengan bantuan Kanada, Inggris, Prancis, Belanda, Bulgaria, Rumania dan Amerika Serikat.
Juru Bicara Kantor Menteri Keamanan Umum Kanada Ralph Goodale enggan memberi keteragan secara detil. Tapi menurutnya, operasi itu sangat mendesak untuk dilakukan.
"Organisasi teroris seperti Daesh terus menggunakan internet untuk merekrut anggota baru," kata Goodale kepada media.
Goodale mengatakan, mengidentifikasi dan menghapus materi propaganda Daesh adalah prioritas bagi lembaga penegak hukum di seluruh dunia.
"Karena ini terkait dengan operasi yang sedang berlangsung, saya tidak bisa berkomentar lebih lanjut,“ ujar Goodale.
Daesh telah menggunakan internet untuk menyebarkan pengaruhnya ke seluruh dunia untuk melakukan berbagai serangan.
Europol mengatakan bahwa langkah yang mereka lakukan ibarat "menekan lubang besar" di mesin propaganda Daesh. Hal itu tidak bisa membungkam mereka sepenuhnya.