Maria Elisa Hospita
12 September 2018•Update: 12 September 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Amerika Serikat pada Selasa mengecam Rusia, Iran, dan rezim Bashar al-Assad karena peningkatan serangan militer di provinsi Idlib, barat laut Suriah.
"Rusia, Iran, dan Assad sedang menghancurkan Idlib dan meminta kami untuk menyerukan perdamaian," kata Nikki Haley, Duta Besar AS untuk PBB di hadapan Dewan Keamanan.
Sejak awal September, sedikitnya 30 penduduk sipil tewas dan puluhan lainnya terluka di Idlib dan Hama karena gempuran serangan udara rezim Assad dan pesawat tempur Rusia.
Pada Senin, PBB mengungkapkan bahwa sekitar 30.000 penduduk Idlib telah diungsikan karena operasi yang berlangsung tanpa henti.
Haley pun menyalahkan Rusia dan rezim Assad yang diduga telah melancarkan lebih dari 100 serangan udara. "Ini adalah taktik teroris yang menjijikkan, bukan tentara profesional," kata dia.
Menurut Haley, Moskow, Teheran, dan Damaskus tidak tertarik untuk menemukan solusi politik atas krisis Suriah.
"Jika Assad, Rusia, dan Iran terus mempertahankan serangannya, maka konsekuensinya akan mengerikan, karena dunia akan meminta pertanggungjawaban mereka," tegas utusan AS itu.
Sementara itu, Vasily Nebenzia, duta besar Rusia untuk PBB, justru membela situasi di Idlib yang memburuk.
"Proses Astana sedang berlangsung dan dengan bantuan dari kami maka akan mendapatkan hasil nyata," kata dia, mengacu pada proses trilateral dengan Iran dan Turki.
Pekan lalu, PBB memperingatkan bahwa serangan ke Idlib kemungkinan dapat mengarah pada "bencana kemanusiaan terburuk sepanjang abad ke-21".