Hayati Nupus
07 Juni 2019•Update: 10 Juni 2019
Umar Farooq
WASHINGTON
Pembelian sistem pertahanan rudal S-400 Rusia oleh Turki menciptakan “risiko yang tak dapat diterima” AS, ujar pejabat Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Kamis.
“Sistem radar akan memberi Rusia informasi sensitif terkait F-35, yang merupakan pesawat generasi kelima berkualitas tinggi kami,” ujar wakil asisten menteri pertahanan untuk kebijakan Eropa dan NATO Andrew Winternitz dalam panel yang dipandu oleh Majalah Kebijakan Luar Negeri.
“Menurut perspektif kami, tak ada langkah yang dapat mengurangi kekhawatiran kami tentang hal ini,” tambah dia.
Pernyataan ini terkait rencana yang berlarut-larut dan tanpa hasil untuk membeli sistem pertahanan udara AS dan pada 2017 Ankara memutuskan untuk membeli sistem pertahanan dari Rusia.
Pejabat Amerika menyarankan Turki untuk membeli sistem rudal Patriot AS ketimbang S-400 dari Moskow, dengan alasan itu tak sesuai dengan sistem NATO dan mengekspos F-35 terhadap kemungkinan dalih Rusia.
Turki, bagaimanapun, menekankan bahwa S-400 tak akan diintegrasikan ke dalam operabilitas NATO dan karenanya tak akan menjadi ancaman bagi aliansi.
Winternitz mengatakan AS terus mengontak Turki terkait pembelian itu dan mengatakan kesepakatan tersebut tak sesuai dengan deklarasi KTT NATO 2016 yang ditandatangani oleh Turki.
Meski begitu, dia mengatakan Washington “berharap hubungan bilateral berkelanjutan dengan Turki".
“Hubungan kami amat baik dan kemitraan strategis yang kami miliki dengan mereka tetap ada, dan kami berharap dapat membahas masalah ini dengan mereka,” kata dia.