Hayati Nupus
07 Juni 2019•Update: 08 Juni 2019
Ayhan Simsek
BERLIN
Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas akan berkunjung ke Iran pekan depan untuk membicarakan persoalan regional dan implementasi kesepakatan nuklir 2015, ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman pada Kamis.
Berbicara dalam konferensi pers di Berlin, Maria Adebahr mengatakan bahwa Maas akan menggelar perjalanan ke Teheran pada Senin, sebagai bagian dari tur Timur Tengah.
“Anda tahu posisi kami, kami berusaha untuk menjaga kesepakatan nuklir tetap terjalin, karena kami percaya itu perjanjian baik,” kata dia, seraya menambahkan bahwa kunjungan itu dikoordinasikan dengan negara-negara besar Uni Eropa lainnya seperti Prancis dan Inggris.
Selama perjalanan resmi pertamanya ke Teheran, Maas dijadwalkan untuk bertemu dengan rekannya dari Iran, Javad Zarif, dan pejabat senior lainnya.
Meski kampanye “tekanan maksimum” Presiden AS Donald Trump pada Iran dengan sanksi baru, namun UE—Jerman, Prancis dan Inggris—terus mendukung perjanjian nuklir 2015 dengan Teheran.
Perjanjian itu dapat berakibat pencabutan sanksi ekonomi pada Iran sebagai imbalan bagi Teheran yang setuju untuk membatasi aktivitas nuklirnya demi tujuan damai dan sipil.
Awal bulan ini, Iran dengan keras mengkritik kekuatan dunia karena tak memenuhi janji dan mengancam akan meninggalkan beberapa bagian dari perjanjian nuklir.
Perjanjian tersebut, juga dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), ditandatangani oleh Iran dan Rusia, China, Prancis, Inggris, dan AS, plus Jerman.
Tahun lalu, Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik diri dari kesepakatan dan mengintensifkan tekanan terhadap Teheran dengan memberlakukan kembali sanksi yang menargetkan sektor energi dan perbankan negara itu.