İqbal Musyaffa
03 Juli 2018•Update: 04 Juli 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Belanda menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kerja sama keamanan guna menangkal aksi terorisme di Indonesia.
Menteri Luar Negeri Belanda Stephanus Abraham Blok dalam lawatan pertamanya ke Indonesia untuk bertemu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Jakarta, Selasa, mengaku prihatin atas seringnya serangan terorisme yang terjadi di Indonesia.
“Saya sampaikan rasa duka mendalam kepada Menlu Retno dan masyarakat Indonesia,” ungkap dia.
Belanda, menurut Blok, sama seperti Indonesia yang juga menghadapi tantangan terorisme yang berasal dari warga negara yang kembali dari Irak dan Suriah, serta ekstrimisme yang berkembang di dalam negeri, seperti yang terjadi pada aksi terorisme di Surabaya.
“Saya ingin memperjelas, bahwa kita bersama dan merangkul Indonesia dalam upaya internasional melawan terorisme,” tegas Blok.
Dalam pertemuan tersebut, Blok mengatakan telah membahas berbagai isu bersama Menteri Retno, antara lain soal hak asasi manusia seperti hak-hak perempuan, kebebasan pers, kebebasan beragama, dan situasi di Papua.
“Kita memiliki DNA yang sama dalam pertukaran pengetahuan di dalam institusi legal kita,” imbuh Blok.
Dia juga menegaskan bahwa Indonesia merupakan mitra kunci bagi Belanda, bukan hanya sebagai negara, tetapi juga individu masyarakatnya. Banyak masyarakat Belanda, menurut dia, memiliki garis keturunan Indonesia.
“Termasuk juga keluarga saya memiliki garis keturunan Indonesia. Hubungan individu masyarakat ini juga merambah ke ranah edukasi,” lanjut dia
Setiap tahun, menurut Blok, terdapat 1.500 pelajar asal Indonesia yang datang ke Belanda dan disambut dengan baik di sana.
“Sejak tahun 1950 ada lebih dari 20 ribu warga Indonesia datang belajar di Belanda, termasuk juga Menteri Retno,” jelas Blok.
Oleh karena itu, dia mengumumkan bahwa Belanda akan memperpanjang program beasiswa untuk masyarakat Indonesia untuk belajar di Belanda selama dua tahun, hingga tahun 2025.