Muhammed Emin Canik
21 Mei 2026•Update: 21 Mei 2026
Menteri Keamanan Nasional Israel yang dikenal berpandangan ekstrem kanan, Itamar Ben-Gvir, memprovokasi para aktivis Armada Global Sumud yang ditahan Israel secara melanggar hukum di perairan internasional saat berada di Pelabuhan Usdud (Ashdod).
Ben-Gvir membagikan video melalui akun media sosial X yang memperlihatkan dirinya mendatangi lokasi penahanan para aktivis di Pelabuhan Ashdod, sementara aparat keamanan Israel terlihat melakukan tindakan keras terhadap para aktivis.
Dalam rekaman tersebut, seorang aktivis perempuan terdengar meneriakkan “Bebaskan Palestina” ketika Ben-Gvir melintas. Polisi Israel kemudian menangani perempuan itu secara keras hingga menjatuhkannya ke tanah. Pada saat yang sama, Ben-Gvir terdengar mengatakan, “Memang harus dilakukan seperti ini.”
Video itu juga memperlihatkan Ben-Gvir mengibarkan bendera Israel dan meneriakkan “Hidup Israel” sambil berusaha memancing reaksi para aktivis.
Dalam unggahan yang disertai pesan “Selamat datang di Israel” itu, para aktivis tampak ditahan secara berkelompok di pelabuhan dalam kondisi tangan diborgol dan dipaksa berlutut.
Militer Israel pada 18 Mei kembali menyerang Armada Global Sumud yang terdiri atas 50 kapal dan membawa 428 aktivis dari 44 negara saat berlayar menuju Gaza di perairan internasional. Israel menahan para aktivis secara melanggar hukum. Armada tersebut juga membawa 78 peserta asal Turkiye.
Para aktivis yang ditahan kemudian dibawa ke Pelabuhan Usdud (Ashdod) di wilayah selatan Israel.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar dan Ben-Gvir terlibat perdebatan di media sosial terkait perlakuan terhadap para aktivis Armada Global Sumud.
Saar mengkritik unggahan Ben-Gvir di platform X dengan menyebut tindakan tersebut telah merugikan citra Israel.
“Dengan pertunjukan memalukan ini, Anda secara sadar dan sengaja merugikan negara kita. Dan ini bukan pertama kalinya. Tidak, Anda bukan wajah Israel,” tulis Saar.
Menanggapi kritik tersebut, Ben-Gvir menuduh Saar “tunduk kepada pendukung terorisme” dan mengatakan bahwa “Israel bukan lagi sasaran tamparan.”
Ben-Gvir juga kembali memprovokasi para aktivis melalui media sosial dengan menyatakan bahwa siapa pun yang datang ke Israel untuk “mendukung terorisme dan menunjukkan solidaritas dengan Hamas” akan “menerima tamparan.”
Armada Global Sumud 2026 Misi Musim Semi sebelumnya juga mengalami intervensi ilegal oleh militer Israel pada 29 April di dekat Pulau Kreta, Yunani, saat berupaya menembus blokade Gaza dan menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Dalam serangan di perairan internasional sekitar 600 mil laut dari Gaza, militer Israel menahan 177 aktivis dan disebut melakukan perlakuan buruk terhadap mereka.
Israel juga pernah melancarkan serangan serupa pada Agustus 2025 terhadap Armada Global Sumud yang membawa 500 aktivis dari lebih dari 44 negara menggunakan lebih dari 40 kapal menuju Gaza.