21 Mei 2026•Update: 21 Mei 2026
Berbagai negara dan organisasi internasional mengecam perlakuan Israel terhadap para aktivis Armada Global Sumud yang ditahan di perairan internasional, setelah beredarnya rekaman yang menunjukkan tindakan keras dan penghinaan terhadap para aktivis di Pelabuhan Ashdod.
Rekaman yang dibagikan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir di media sosial memicu kecaman luas dari sejumlah pemerintah Eropa, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), hingga kelompok hak asasi manusia karena dinilai melanggar martabat manusia dan hukum internasional.
Dalam video tersebut, seorang aktivis perempuan terdengar meneriakkan “Bebaskan Palestina” sebelum aparat Israel menjatuhkannya ke tanah. Rekaman lain memperlihatkan sejumlah aktivis ditahan dengan tangan terikat di belakang tubuh dan dipaksa jongkok di dalam tenda yang dipasangi bendera Israel.
Kementerian Luar Negeri Turkiye mengecam tindakan verbal dan fisik terhadap peserta Armada Global Sumud yang dicegat Israel secara melanggar hukum di perairan internasional.
Prancis memanggil Duta Besar Israel untuk memberikan penjelasan terkait perlakuan terhadap para aktivis. Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot menyebut tindakan Ben-Gvir “tidak dapat diterima” dan menuntut para aktivis segera dibebaskan.
Belanda juga mengecam tindakan Israel. Perdana Menteri Rob Jetten menyebut perlakuan terhadap aktivis Armada Sumud “tidak manusiawi dan tidak dapat diterima”, sementara Menteri Luar Negeri Tom Berendsen mengatakan tindakan itu bertentangan dengan martabat manusia.
Jerman, Italia, Inggris, Irlandia, Spanyol, Belgia, Swedia, Swiss, Austria, Polandia, Slovenia, Slovakia, Yunani, Finlandia, Kanada, Qatar, dan Rumania turut menyampaikan kecaman serupa serta meminta Israel segera membebaskan para aktivis dan menjamin keselamatan mereka.
Pemerintah Italia bahkan meminta Israel menyampaikan permintaan maaf resmi atas perlakuan terhadap aktivis, termasuk warga negara Italia yang ikut dalam armada tersebut.
Di tingkat internasional, PBB menyatakan seluruh aktivis yang ditahan harus diperlakukan dengan hormat dan bermartabat. Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric menegaskan semua orang yang ditahan wajib memperoleh perlakuan sesuai standar internasional.
Pelapor Khusus PBB untuk Palestina Francesca Albanese menilai para aktivis mengalami perlakuan tidak manusiawi dan merendahkan martabat. Ia juga mengecam penahanan sewenang-wenang oleh otoritas Israel.
Uni Eropa melalui sejumlah pejabatnya mendesak Israel memastikan keselamatan para aktivis dan memperlakukan mereka secara layak sesuai hukum internasional. Komisioner Uni Eropa Hadja Lahbib menegaskan para aktivis bukan “penjahat terpidana”, melainkan warga sipil yang berupaya menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Beberapa anggota Parlemen Eropa juga menggelar aksi protes di Strasbourg untuk mengecam perlakuan Israel terhadap para aktivis Armada Global Sumud.
Hamas menyebut rekaman perlakuan terhadap aktivis mencerminkan “sadisme” para pemimpin Israel dan menyerukan pembebasan segera seluruh peserta armada.
Sementara itu, Perhimpunan Tahanan Palestina menilai penahanan dan perlakuan terhadap para aktivis merupakan bagian dari upaya sistematis Israel untuk membungkam solidaritas internasional terhadap Palestina.