Muhammad Abdullah Azzam
08 Agustus 2019•Update: 09 Agustus 2019
Hacer Başer
ADEN
Sebanyak 335 anak meninggal akibat konflik yang berlangsung selama setahun terakhir di Yaman.
"Sejak 9 Agustus 2018 lalu, 335 anak-anak tewas akibat serangan udara, bom ranjau dan serangan serampangan," ungkap Oxfam, sebuah LSM yang berbasis di Inggris, melalui sebuah pernyataan di media sosial.
Direktur Oxfam Yaman Muhsin Siddiqi mengungkapkan bahwa rata-rata hampir satu anak terbunuh tiap hari dalam setahun kebelakang.
Siddiqi mencatat bahwa kekerasan dan kelaparan serta penyakit terus mengancam kehidupan warga sipil di Yaman.
Dia menekankan bahwa pihak bertikai harus melakukan gencatan senjata darurat di seluruh negeri untuk mencegah kematian lebih lanjut.
Yaman dilanda konflik kekerasan dan kekacauan sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar negara itu, termasuk ibu kota Sanaa.
Krisis meningkat setahun kemudian ketika koalisi militer pimpinan Saudi melancarkan kampanye udara besar-besaran untuk mengalahkan Houthi.
Menurut PBB, Yaman menghadapi salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia, di mana lebih dari 10 juta orang berada di ambang bencana kelaparan.