Marıa Elısa Hospıta
05 Januari 2020•Update: 06 Januari 2020
Davut Colak
KOPENHAGEN
Denmark menangguhkan pelatihan pasukan Irak di tengah memanasnya hubungan Amerika Serikat dan Iran karena terbunuhnya Jenderal Qasem Soleimani dalam serangan udara AS pada Sabtu.
Keputusan itu dibuat oleh Angkatan Darat Denmark untuk melindungi tentara Denmark di Irak.
Pelatihan tentara Irak adalah bagian dari Operasi Inherent Resolve yang dipimpin AS.
Saat ini ada sekitar 200 tentara Denmark yang ditempatkan di Irak.
Sebelumnya, NATO juga mengumumkan penangguhan pelatihan di Irak.
- Pembunuhan Soleimani
Wafatnya Qasem Soleimani telah menandai eskalasi dramatis konflik AS-Iran.
Hubungan kedua negara itu memanas sejak 2018, ketika Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik partisipasi Washington dari pakta nuklir 2015.
Soleimani adalah komandan pasukan elit Quds Garda Revolusi Iran, yang dianggap sebagai kelompok teror oleh AS.
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei pun bersumpah akan "memmberi balasan yang setimpal" ke AS.
*Ditulis oleh Burak Dag