Maria Elisa Hospita
02 Desember 2019•Update: 03 Desember 2019
Ali Murat Alhas
ANKARA
Perdana Menteri Malta Joseph Muscat mengumumkan bahwa dia akan mengumumkan diri bulan depan.
Keputusan itu diambil pada Minggu, di tengah meningkatnya gelombang protes karena pembunuhan seorang jurnalis.
Sebelumnya, Muscar juga mengumumkan akan mundur dari kepemimpinan Partai Buruh pada 12 Januari.
"Saya akan terus melaksanakan tanggung jawab saya dan memastikan stabilitas negara sampai pengganti saya ditunjuk," tambah dia.
Pada Sabtu, ribuan demonstran turun ke jalan-jalan di Valleta dan mendesak Muscat untuk mundur.
Mereka juga menuntut keadilan bagi Daphne Caruana Galizia, seorang jurnalis antikorupsi yang terbunuh dalam serangan bom di dekat rumahnya pada 2017.
Jelang kematiannya, jurnalis itu tengah menyelidiki kasus korupsi yang melingkungi elite bisnis dan politik Malta.
Pembunuhan Galizia telah memicu amarah warga Malta dan gerakan protes.