Pizaro Gozali Idrus
13 Januari 2021•Update: 14 Januari 2021
JAKARTA
Filipina akan menandatangani kesepakatan dengan perusahaan Inggris-Swedia AstraZeneca pada Kamis untuk menambah hingga 20 juta dosis sebagai tambahan vaksin korona.
“Besok kami akan menandatangani perjanjian tripartit untuk kurang lebih 20 juta dosis vaksin AstraZeneca. Kami tidak ketinggalan,” ujar Kepala Pelaksana Kebijakan Nasional Filipina Melawan Covid-19 Carlito Galvez Jr, seperti dilansir Philstar pada Rabu.
Galvez mengatakan negosiasi sedang berlangsung dengan AstraZeneca untuk pasokan vaksin Covid-19 yang akan ditargetkan tiba pada kuartal ini.
Filipina sebelumnya menandatangani kesepakatan dengan AstraZeneca untuk 2,6 juta dosis pada November tahun lalu.
Selain AstraZeneca, Filipina juga mengamankan 30 juta dosis vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Novavax dan Serum Institute of India yang berbasis di AS, dan 25 juta suntikan dari Sinovac China.
Galvez mengatakan vaksin dari Pfizer, yang akan diperoleh melalui fasilitas COVAX, diharapkan tiba di negara itu pada awal Februari.
Filipina menargetkan vaksinasi sebanyak 50 hingga 70 juta orang pada tahun 2021 saja, tetapi itu tergantung pada pasokan global, yang sebagian besar diperoleh oleh negara-negara besar.