Maria Elisa Hospita
08 Agustus 2018•Update: 08 Agustus 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Korea Utara belum mengambil tindakan yang cukup konkret untuk denuklirisasi setelah pertemuan bilateralnya dengan Amerika Serikat (AS).
Selama diwawancara oleh Fox News pada Selasa, Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton mengatakan bahwa Washington telah memenuhi komitmennya di bawah kesepakatan yang dicapai dengan Korut pada bulan Juni, namun Pyongang "belum mengambil langkah-langkah konkret untuk denuklirisasi".
"Saya rasa gagasan bahwa kita akan meringankan sanksi ke Korea Utara tidak bisa dipertimbangkan. Kami akan terus menerapkan sanksi maksimum ke Korea Utara sampai mereka denuklirisasi total," tegas dia, menanggapi permintaan Utara agar Washington membatalkan sanksi.
Bolton juga menyebut pertemuan antara Presiden Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pada 12 Juni telah gagal menyelaraskan kata-kata dengan tindakan.
"Apa yang kami butuhkan lebih dari sekadar retorika. Kami membutuhkan kinerja Korea Utara untuk denuklirisasi," tambah dia.
Pada Sabtu, Menteri Luar Negeri Korea Utara mengklaim bahwa AS tidak menepati perjanjian denuklirisasi mereka.
Ri Yong-ho menegaskan bahwa Korea Utara telah menghentikan uji coba nuklir dan rudal, juga menghancurkan situs untuk eksperimen senjata nuklir.
"Namun, Amerika Serikat, bukannya menanggapi langkah-langkah ini, malah bersikeras mempertahankan sanksi ke Korea Utara, padahal pembatalan sanksi adalah langkah pertama dan utama untuk mewujudkan perdamaian di Semenanjung Korea," ujar Ri.
Washington telah menyatakan sepakat untuk mengakhiri Perang Korea secara resmi - setelah menandatangani gencatan senjata tahun 1953 - jika Korea Utara melakukan denuklirisasi.