20 September 2017•Update: 21 September 2017
Canberk Yuksel
NEW YORK
Gempa berkekuatan 7.1 skala Richter (SR) menguncang Kota Meksiko, Selasa, menewaskan puluhan orang dan menyebabkan kepanikan dimana-mana.
Gempa ini terjadi diwaktu yang sama dengan gempa tahun 1985 di Meksiko yang menyebabkan lebih dari 10.000 orang tewas dan menghancurkan sebagian besar kota.
Gempa terakhir terjadi setelah warga kota melakukan latihan penanggulangan gempa di kota rawan gempa tersebut, sehingga mengirim penduduk ke jalanan untuk kedua kalinya menyusul gempa dengan guncangan lebih kuat di awal bulan ini.
Menurut Geological Survey dari Amerika Serikat (AS), pusat gempa berada 76 mil (122 km) di tenggara Kota Meksiko, kawasan negara bagian Puebla pada kedalaman 32 mil (51 km).
Menurut laporan media, setidaknya 42 orang tewas di negara bagian Morelos dan 11 di Puebla. Laporan lainnya menyebutkan korban tewas sebanyak 67 orang.
Informasi dari media sosial menunjukkan foto atau video bangunan roboh, bergoyang atau terbakar dan meledak di ibu kota.
Presiden AS Donald Trump menyampaikan simpatinya lewat Twitter pribadi.
"Tuhan memberkati orang-orang Kota Meksiko," tulisnya.
Presiden Meksiko Enrique Peña Nieto, yang sedang melakukan perjalanan saat gempa tersebut terjadi, mengatakan lewat tweet-nya bahwa dia akan segera kembali ke kota Meksiko untuk menangani situasi tersebut.
Sebelumnya, gempa berkekuatan 8,2 skala Richter terjadi di Meksiko pada tanggal 8 September lalu. Gempa itu menewaskan hampir 100 orang dan merusak ribuan rumah. Sebanyak 2.5 juta penduduk membutuhkan bantuan setelah gempa terjadi.
Gempa tersebut dikatakan lebih kuat dari pada tahun 1985.