Tarek Chouiref
07 April 2026•Update: 07 April 2026
Kelompok Hizbullah pada Senin menyatakan telah melancarkan 44 serangan terhadap target militer Israel, posisi pasukan, dan permukiman di wilayah utara Israel serta selatan Lebanon.
Dalam serangkaian pernyataan, kelompok yang berbasis di Lebanon itu menyebut serangan tersebut dilakukan “untuk membela Lebanon dan rakyatnya” di tengah berlanjutnya serangan Israel sejak 2 Maret.
Hizbullah mengatakan operasi tersebut mencakup serangan terhadap konsentrasi pasukan Israel dan tank Merkava di selatan Lebanon, serta serangan ke pangkalan militer dan lokasi logistik Israel di utara Israel dan Dataran Tinggi Golan yang diduduki.
Kelompok itu juga menyatakan telah menargetkan pangkalan Givat Olga milik Komando Utara Israel dan pangkalan Tsnobar di Dataran Tinggi Golan menggunakan rudal dan drone.
Selain itu, Hizbullah mengaku meningkatkan serangan ke permukiman di utara Israel, termasuk Nahariya, Kiryat Shmona, dan Metula, serta melakukan serangan drone terhadap posisi pasukan Israel di dekat perbatasan.
Israel diketahui melancarkan serangan udara dan operasi darat di selatan Lebanon sejak serangan lintas batas oleh Hizbullah pada 2 Maret, meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak November 2024.
Sejak awal Maret, Hizbullah juga menembakkan rentetan roket ke wilayah Israel, yang disebut sebagai respons atas serangan berkelanjutan Israel di Lebanon serta tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran saat itu Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari.