Rhany Chairunissa Rufinaldo
03 Oktober 2018•Update: 04 Oktober 2018
Emre Aytekin
ANKARA
Hadiah Nobel Fisika telah diberikan kepada tiga peneliti dari AS dan Kanada untuk "penemuan inovatif mereka di bidang fisika laser".
Akademi Ilmu Pengetahuan Swedia mengumumkan bahwa Arthur Ashkin dari Bell Laboratories yang berkewarganegaraan AS memenangkan setengah dari hadiah (SEK9 juta atau USD1,01 juta).
Gerard Mourou dari Ecole Polytechnique dan University of Michigan yang berkewarganegaraan ganda - AS dan Prancis - serta warga negara Kanada Donna Strickland dari University of Waterloo, berbagi separuh lainnya dari hadiah.
Strickland (59) adalah wanita ketiga yang memenangkan hadiah ini sejak 1901.
Akademi Swedia mengatakan bahwa Ashkin (96) - ilmuwan tertua yang memenangkan hadiah - menerima hadiah "untuk pinset optik dan penerapannya pada sistem biologis", sementara Mourou dan Strickland "untuk metode mereka yang menghasilkan nadi optik ultra pendek yang berintensitas tinggi."
"Penemuan yang diberi penghargaan tahun ini telah merevolusi fisika laser. Benda-benda yang sangat kecil dan proses yang sangat cepat sekarang mendapat tempat baru di bidang ini," kata komite Nobel dalam sebuah pernyataan.
"Instrumen presisi canggih membuka daerah penelitian yang belum dieksplorasi dan sejumlah penerapannya di bidang industri dan medis," tambah pernyataan itu.
Penghargaan yang mengadopsi nama pengusaha Alfred Nobel ini diberikan kepada tokoh yang berprestasi di bidang sains, sastra, dan perdamaian setiap tahun sejak 1901.