Maria Elisa Hospita
25 Juli 2019•Update: 25 Juli 2019
Muhammad Mussa
LONDON
Kanselir Inggris Phillip Hammond mengundurkan diri dari jabatannya pada Rabu setelah Boris Johnson terpilih sebagai perdana menteri.
"Saya menuliskan ini untuk memberitahukan pengunduran diri saya sebagai Kanselir Menteri Keuangan. Saya percaya bahwa penerus Anda harus bebas memilih Kanselir yang sepenuhnya sejalan dengan posisi kebijakannya," kata Hammond dalam surat pengunduran dirinya yang ditujukan ke Theresa May.
"Suatu kebanggaan dapat melayani sebagai Kanselir Anda selama lebih dari tiga tahun sejak Anda menjabat pada Juli 2016. Terlepas dari ketidakpastian karena masalah Brexit yang tak kunjung selesai, kita telah berhasil membuat kemajuan penting dalam membangun kembali keuangan publik dan menciptakan peluang-peluang ekonomi di masa depan," tambah dia.
Hammond telah menyuarakan penolakannya terhadap Brexit tanpa kesepakatan yang diusulkan oleh Borris Johnson.
Dia pernah menegaskan bahwa dia memilih mengundurkan diri ketimbang dipecat oleh Johnson.
Pengunduran diri Hammond dilakukan setelah kepergian dua pejabat senior lainnya, David Gauke dan Rory Stewart.
Menyusul kepergian Hammond, Menteri Pertahanan Penny Mordaunt, Menteri Transportasi Chris Grayling, Menteri Pendidikan Damian Hinds, dan Menteri Skotlandia David Mundell juga menyatakan mundur dari posisi mereka di pemerintahan.
Johnson terpilih sebagai perdana menteri pada hari Selasa oleh keanggotaan partai konservatif setelah menerima 92.153 suara.
Tantangan terbesar Johnson saat ini adalah untuk tetap mewujudkan kesepakatan Brexit, yang telah memecah belah Inggris sejak referendum keanggotaan Uni Eropa 2016.