Maria Elisa Hospita
18 Oktober 2018•Update: 19 Oktober 2018
Betul Yuruk
NEW YORK
Pejabat intelijen Amerika Serikat semakin yakin bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman memiliki peran dalam kasus hilangnya jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi.
"Mereka semakin yakin bahwa Putra Mahkota Mohammed bin Salman dari Arab Saudi bersalah dalam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Keyakinan itu justru menghalangi upaya Gedung Putih untuk mempertahankan hubungan dekat dengan kerajaan," tulis New York Times pada Rabu malam.
"Agen intelijen belum mendapatkan bukti langsung keterlibatan pangeran. Mereka juga belum bisa menyimpulkan apakah Pangeran Mohammed memerintahkan pembunuhan secara langsung, atau berniat menangkap Khashoggi dan membawanya kembali ke Arab Saudi," papar surat kabar itu mengutip seorang pejabat intel.
"Namun, kendali penuh putra mahkota atas layanan keamanan menjadikan operasi ini tak mungkin dilakukan tanpa sepengetahuannya," tambah NY Times.
Pada Selasa, The New York Times melaporkan bahwa beberapa tersangka yang diidentifikasi oleh Turki memiliki hubungan dekat dengan putra mahkota Saudi.
Khashoggi menghilang sejak dia memasuki konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.
Di hari yang sama, 15 warga Saudi - termasuk beberapa pejabat - tiba di Turki dengan dua pesawat dan menyambangi konsulat.
Menurut sumber kepolisian Turki, 15 orang itu telah meninggalkan Turki.