Maria Elisa Hospita
03 Juli 2018•Update: 04 Juli 2018
Ali Jawad
BAGHDAD
Komisi Pemilihan Umum Irak telah menyelesaikan seluruh prosedur yang diperlukan untuk melaksanakan penghitungan ulang surat suara pemilihan parlementer pada 12 Mei lalu.
Menurut seorang pejabat komisi, penghitungan ulang akan dimulai pada Selasa di bilik suara di seluruh penjuru Irak, yang dikenai tuduhan penipuan suara.
"Dewan komisaris telah menyelesaikan semua prosedur yang diperlukan untuk melakukan penghitungan suara manual," kata juru bicara komisi Laith Jabr Hamza, pada Senin.
Penghitungan ulang akan diawasi oleh panel hakim yang menggantikan pejabat komisi yang diberhentikan bulan lalu karena dinilai "gagal melaksanakan tanggung jawab resmi mereka".
Mohamed al-Seyhoud, anggota koalisi Negara Hukum Irak, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa proses penghitungan ulang "harus diselesaikan dengan cepat untuk menyelesaikan pembentukan parlemen dan pemerintahan baru".
Pada 6 Juni, parlemen menyerukan penghitungan ulang secara manual karena tuduhan praktik kecurangan selama pemilu.
Berdasarkan hasil resmi yang dirilis setelah pemilihan, koalisi Sairoon Muqtada al-Sadr memenangkan 54 kursi di majelis, diikuti oleh koalisi pimpinan Hashd al-Shaabi (47 kursi) dan Blok Kemenangan Perdana Menteri Haider al-Abadi (42 kursi).