Muhammad Abdullah Azzam
05 September 2019•Update: 06 September 2019
Muhammet Kurşun
TEHERAN
Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan Organisasi Energi Atom negaranya akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk penelitian dan pengembangan di bidang teknologi energi nuklir.
Presiden Rouhani menuturkan Iran akan menangguhkan komitmennya soal pembatasan pengayaan nuklir yang dikenakan padanya dalam perjanjian nuklir 2015.
Rouhani bertemu dengan Kepala Kehakiman, Ebrahim Raisi dan Ketua Parlemen Ali Larijani di ibu kota Teheran.
Dalam pernyataan setelah pertemuan tersebut, Rouhani mengatakan negaranya pada Jumat besok akan mengimplementasikan langkah ketiga untuk mengurangi komitmen mereka dalam perjanjian nuklir.
Rouhani menuturkan bahwa bagian terbesar dari negosiasi Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) adalah pembatasan dalam penelitian dan pengembangan teknologi nuklir.
Dia mengatakan Otoritas Energi Atom Iran mulai Jumat besok akan mengangkat pembatasan dalam kesepakatan nuklir.
Rouhani mengatakan langkah tersebut akan menghasilkan terobosan baru dalam penelitian dan pengembangan teknologi nuklir.
Iran akan mengambil langkah-langkah "damai" sesuai resolusi yang diambil oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA), tutur Rouhani.
"Masih ada tenggat waktu 60 hari ke depan untuk Uni Eropa, setiap kali mereka memenuhi komitmen mereka, kami akan kembali ke komitmen kami dalam perjanjian nuklir," tukas dia.
Iran tak lagi mematuhi kesepakatan nuklir sebagai balasan keputusan unilateral AS yang menarik diri dari kesepakatan antara Teheran dan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan Jerman.
Sejak itu, AS memulai kampanye diplomatik dan ekonomi yang menekan Iran untuk memaksanya melakukan renegosiasi.