Hayati Nupus
01 September 2019•Update: 02 September 2019
TEHRAN, Iran
AS menunjukkan “fleksibilitas” atas pelonggaran sanksi ekspor minyak Iran, kata Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Sabtu.
Abbas Araqchi mengatakan persoalan itu mengemuka dalam pertemuan antara Presiden Prancis Emmanuel Macron dan mitranya dari AS Donald Trump di sela-sela KTT G7 di Biarritz, Prancis, baru-baru ini, menurut kantor berita resmi IRNA.
“Macron bertemu dengan Trump selama pertemuan G7, di mana pihak AS menunjukkan beberapa fleksibilitas dalam perizinan penjualan minyak Iran,” kata dia.
“Ini pelanggaran dalam kebijakan tekanan maksimum AS, dan kesuksesan kebijakan Iran atas resistensi maksimum,” ujar dia.
Ketegangan memuncak antara AS dan Iran sejak Washington mengundurkan diri secara sepihak dari kesepakatan nuklir 2015 yang penting pada tahun lalu.
Kesepakatan itu adalah hasil dari negosiasi berlarut-larut antara Teheran dan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB, termasuk Jerman dan Uni Eropa.
Sejak itu AS meluncurkan kampanye diplomatik dan ekonomi untuk memaksa Iran merundingkan kembali kesepakatan tersebut.
Sebagai tanggapan, Teheran mengurangi komitmennya berdasarkan perjanjian nuklir.