Maria Elisa Hospita
27 Agustus 2019•Update: 27 Agustus 2019
Abduljabbar Aburas
TEHERAN
Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mengatakan pertemuan antara Presiden Iran Hassan Rouhani dan rekan sejawatnya dari Amerika, Donald Trump, "tak terbayangkan".
"Saya tidak bisa membayangkan presiden Iran dan AS bertemu sampai AS menghormati komitmennya terhadap Rencana Aksi Komprehensif Bersama," ujar dia kepada kantor berita IRNA, merujuk pada perjanjian nuklir 2015.
Zarif mengomentari usulan Presiden Prancis Emmanuel Macron di sela-sela KTT G7 di Biarritz, Prancis, tentang kemungkinan menggelar pertemuan antara pemimpin AS - Iran dalam upaya meredakan ketegangan antara kedua negara.
Perjanjian nuklir, yang juga dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), ditandatangani pada 2015 antara Iran dengan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB, yaitu Rusia, China, Prancis, AS, Inggris, dan Jerman.
Tahun lalu Trump secara sepihak menarik partisipasi AS dari kesepakatan itu dan meningkatkan tekanan terhadap Teheran dengan memberlakukan kembali sanksi yang menargetkan sektor energi dan perbankan negara itu.
Kemudian pada Juni, Iran mengecam kekuatan dunia karena tidak memenuhi janji-janji mereka dan mengancam akan melanggar beberapa bagian dari perjanjian itu.