Muhammad Abdullah Azzam
12 Juli 2018•Update: 13 Juli 2018
Safiye Karabacak
ISTANBUL
Pasukan Israel telah menahan 3.533 warga Palestina, termasuk 651 anak-anak di Tepi Barat, Yerusalem Timur dan Gaza pada semester pertama tahun 2018, menurut pernyataan bersama yang dikeluarkan sejumlah lembaga HAM di Palestina.
Sebanyak 651 anak-anak, 63 wanita dan 4 wartawan berada di antara jumlah para tahanan tersebut.
Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa pasukan Israel telah menahan 449 warga Palestina pada bulan Juni lalu.
Berdasarkan data resmi pemerintah, sekitar 6.500 warga Palestina saat ini mendekam di penjara Israel, termasuk 62 perempuan dan sekitar 350 anak di bawah umur.
Militer Israel sering melaksanakan razia di Tepi Barat dengan dalih mencari orang-orang Palestina yang "termasuk dalam daftar orang-orang yang dicari".
Wilayah Palestina diliputi ketegangan sejak Desember lalu, ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Yerusalem Timur, yang diduduki oleh Israel pada 1967, masih menjadi poros konflik Timur Tengah selama puluhan tahun.
Warga Palestina menginginkan Yerusalem sebagai ibu kota Palestina di masa mendatang.