Maria Elisa Hospita
26 Juli 2019•Update: 29 Juli 2019
Walid Abdullah
TRIPOLI, Libya
Sekitar 115 migran ilegal dinyatakan hilang setelah sebuah kapal tenggelam di lepas pantai barat Libya.
"Kapal itu mengangkut sekitar 250 migran gelap," kata angkatan laut pemerintah Libya yang diakui PBB, Kamis.
Sejauh ini, Angkatan Laut Libya berhasil menyelamatkan 134 migran dan menemukan satu jasad.
Para nelayan yang berkoordinasi dengan Penjaga Pantai Libya berpartisipasi dalam proses evakuasi.
Menurut Angkatan Laut Libya, sebagian besar migran yang diselamatkan adalah warga negara Eritrea. Migran lainnya berasal dari Palestina dan Somalia.
Migran ilegal menggunakan Libya sebagai pintu gerbang untuk menyeberangi Mediterania ke Eropa.
Sejak pertengahan 2017 jumlahnya menurun setelah Italia memberlakukan kebijakan dengan mengembalikan migran ke Libya jika ditemukan di laut.
Kebijakan itu menuai kecaman dari aktivis hak asasi manusia mengingat situasi Libya masih dilanda gejolak sejak 2011.