İqbal Musyaffa
15 Mei 2018•Update: 15 Mei 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Komunitas Palestina di Indonesia mengapresiasi dukungan dari pemerintah dan rakyat Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina.
“Dukungan dan sikap tegas Indonesia untuk berdirinya negara Palestina tidak dapat dilupakan,” ungkap Ketua Komunitas Palestina di Indonesia Murad Halayqa dalam keterangan resmi, Selasa.
Murad juga menyerukan kepada pemerintah negara lainnya yang percaya pada keadilan untuk mendukung bangsa Palestina dalam perjuangannya untuk mendapatkan kebebasan dan bisa mendirikan negara merdekan dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya.
“Pada peringatan (Nakba) ini, kami menegaskan kembali penekanan untuk terus menolak pendudukan Israel dan untuk mengekspos semua pelangaran HAM yang dibuat oleh rezim teroris Israel,” tegas Murad.
Murad juga menilai pentingnya langkah untuk megisolasikan Israel sebagai negara Apartheid. “Kami lihat ini waktunya untuk membawa pelaku Israel yang telah melakukan kejahatan perang terhadap rakyat Palestina ke Mahkamah Pidana Internasional,” tambah dia.
Komunitas Palestina menurut dia tetap mendukung kepemimpinan Palestina oleh Presiden Mahmoud Abbas yang menganggap kedutaan Amerika Serikat di Yerusalem sebagai settlement outpost in Jerusalem.
“Presiden Abbas juga menegaskan penolakannya untuk berkompromi pada tempat-tempat suci dan bahwa tidak ada legitimasi untuk pemukiman Israel yang tak sah di kota Yerusalem,” ungkap Murad.
Dia juga mengapresiasi Presiden Abbas yang menegaskan bahwa Yerusalem Timur merupakan bagian integral dari wilayah pendudukan Palestina serta ibu kota abadi untuk negara Palestina.
“Kami sangat menolak keputusan AS tentang pemindahan kedutaannya ke Yerusalem, oleh karena itu kami menolak terima AS sebagai mediator dan sponsor satu-satunya untuk proses perdamaian karena berpihak dengan Israel,” tegas dia.
Relokasi kedutaan besar AS menurut dia mengakhiri semua usaha untuk menyukseskan proses perdamaian.
“Selain itu, kami melihat memilihnya hari Nakba untuk perpindahan kedutaan sebagai provokasi yang tidak tahu malu terhadap perasaan dan penderitaan rakyat Palestina,” tambah Murad.