Muhammad Abdullah Azzam
19 April 2019•Update: 19 April 2019
Ali Semerci
TRIPOLI
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat mengumumkan setidaknya 213 orang tewas dalam konflik yang memanas di ibu kota Libya, Tripoli dan sekitarnya.
Menurut pernyataan via akun media sosial oleh Misi WHO di Libya, sedikitnya 213 orang tewas dan 1009 lainnya menderita luka-luka dalam bentrokan yang terjadi sejak pasukan Jenderal Khalifa Haftar menyerang kota Tripoli pada 4 April.
Dalam pernyataan WHO kemarin, setidaknya 205 orang tewas dan 913 lainnya terluka dalam berbagai bentrokan di Tripoli. Sementara lebih dari 18.000 orang kehilangan tempat tinggalnya akibat konflik tersebut.
Libya masih dilanda krisis kekerasan sejak 2011, ketika pemberontakan yang didukung NATO menyebabkan penggulingan dan terbunuhnya Presiden Muammar Khaddafi setelah empat dekade berkuasa.
Sejak itu, perpecahan politik Libya menghasilkan dua kursi kekuasaan saingan - satu di Al-Bayda dan satu lagi di Tripoli - bersama dengan sejumlah kelompok milisi bersenjata berat.
Pada Senin, Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui PBB mengatakan sedikitnya 76 orang, termasuk 24 warga sipil, tewas sejak bentrokan pecah di Tripoli.
GNA menuduh pasukan pimpinan Haftar yang berbasis di Libya Timur berada dibalik serangan tersebut.
Pemimpin pasukan militer di timur Libya Komandan Khalifa Haftar menginstruksikan penyerangan pada 4 April untuk mengambil alih ibu kota Tripoli, sedang pasukan GNA meluncurkan operasi "Burkan al-Ghadab".