Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
13 Februari 2020•Update: 13 Februari 2020
TRIPOLI, Libya
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengirim undangan resmi kepada komandan pemberontak Libya Khalifa Haftar untuk mengunjungi Prancis.
Menurut pernyataan dari kantor pers Haftar, sang komandan bertemu dengan Christophe Farno, direktur Departemen Timur Tengah dan Afrika Utara Kementerian Luar Negeri Prancis, di Kota Benghazi, Libya.
Farno memberikan undangan dari Macron kepada Haftar selama pertemuan tersebut.
Dia juga menyampaikan undangan dari Menteri Dalam Negeri Prancis Christophe Castaner kepada Menteri Dalam Negeri Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya Fathi Bashagha untuk mengunjungi Paris.
Saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Italia Luigi Di Maio di Tripoli pada Rabu, Perdana Menteri Libya Fayez al-Sarraj meminta masyarakat internasional untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil pada konferensi bulan lalu di Berlin tentang Libya dipatuhi.
Komandan pemberontak Libya Khalifa Haftar telah menyetujui persyaratan Konferensi Berlin untuk menunjuk lima anggota dari masing-masing pihak ke komisi militer yang diusulkan PBB guna memantau implementasi gencatan senjata.
Meskipun telah sepakat dengan hasil konferensi, pada kenyataannya pasukan Haftar terus melanjutkan serangan di Libya.
Sejak penggulingan pemerintahan Muammar Khaddafi pada 2011, dua poros kekuasaan yang saling bersaing muncul di Libya, satu di Libya Timur yang didukung oleh Mesir dan Uni Emirat Arab, dan satu lagi di Tripoli yang mendapat pengakuan PBB dan internasional.
Pemerintah sah Libya telah berkali-kali diserang oleh pasukan Haftar sejak April lalu, yang merenggut lebih dari 1.000 nyawa.