Ekip
29 Juli 2021•Update: 29 Juli 2021
NEW DELHI
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan tidak ada "solusi militer" untuk konflik di Afghanistan dan negara itu akan berubah menjadi "negara pariah" jika Taliban mengambil kendali dengan paksa.
Berbicara pada konferensi pers bersama Menlu India S. Jaishankar di ibu kota India, New Delhi, Blinken mengatakan bahwa AS akan tetap terlibat di Afghanistan setelah penarikan pasukan.
"Bahkan saat kami menarik pasukan kami dari Afghanistan, kami tetap terlibat di Afghanistan. Kami tidak hanya memiliki kedutaan besar di sana tetapi juga memiliki program penting yang mendukung negara secara ekonomi melalui bantuan pembangunan dan keamanan," ujar Blinken.
"Kami sangat terlibat dalam diplomasi yang bekerja untuk menyatukan pihak-pihak di meja untuk resolusi konflik di Afghanistan," tambah menlu AS.
Menteri Luar Negeri India Jaishankar pada bagiannya berbicara tentang kerja sama selama pandemi dan perluasan kerja sama bilateral dengan AS yang mendalam di bawah Dialog Keamanan Segiempat yang dipimpin AS, atau Quad.
Berbicara tentang Afghanistan, “Dunia ingin melihat Afghanistan yang merdeka, berdaulat, demokratis, dan stabil berdamai dengan dirinya sendiri dan tetangganya, tetapi kemerdekaan dan kedaulatannya hanya akan terjamin jika bebas dari pengaruh jahat,” ungkap Jaishankar.
“Afghanistan tidak boleh menjadi rumah bagi terorisme atau menjadi sumber pengungsi,” ujar dia.
Saat berbicara tentang hubungan AS dengan India, Blinken mengatakan bahwa sangat sedikit hubungan di dunia yang lebih penting daripada hubungan antara India dan AS.
"Kami adalah dua negara demokrasi terkemuka dunia dan keragaman menjadi bahan bakar kekuatan nasional kami," sebut Menlu Blinken.
"Bersama-sama tindakan yang diambil AS dan India membentuk abad ke-21 dan seterusnya, itu sebabnya memperkuat kemitraan dengan India adalah prioritas utama kebijakan luar negeri AS," tukas dia.
Sebelumnya, Blinken bertemu dengan sekelompok pemimpin masyarakat sipil di mana dia menekankan bahwa supremasi hukum dan kebebasan mendasar, termasuk kebebasan beragama, sebagai landasan demokrasi bagi negara seperti India dan AS.
Blinken melakukan kunjungan pertamanya ke India setelah menjabat sebagai menlu AS, di sana dia juga bertemu dengan Perdana Menteri Narendra Modi.