Rhany Chairunissa Rufinaldo
24 April 2019•Update: 24 April 2019
Ahmet Dursun
TEHERAN
Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif pada Rabu mengatakan militer Iran memiliki hak untuk memutuskan nasib Selat Hormuz.
"Saya tidak berbicara tentang opsi militer karena terserah mereka untuk memutuskan, tetapi kami telah menegaskan bahwa Iran akan melindungi kepentingannya dan salah satu kepentingan kami adalah stabilitas di kawasan itu," kata Zarif dalam pernyataan yang dikutip oleh kantor berita IRNA, saat berkunjung ke New York untuk berpidato di Majelis Umum PBB dan bertemu Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.
"Stabilitas harus terwujud untuk semua orang, kemakmuran ekonomi harus terwujud untuk semua orang," ujar dia.
Awal pekan ini, Garda Revolusi Umum Iran Ali Reza Tengseiri menegaskan kembali ancaman untuk menutup Selat Hormuz jika dicegah menggunakan jalur laut strategis itu untuk mengekspor minyak.
Ancaman Tengseiri muncul beberapa jam setelah Amerika Serikat mengumumkan rencana untuk mengakhiri keringanan sanksi terhadap negara-negara yang membeli minyak dari Iran.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari kebijakan Gedung Putih untuk memberikan tekanan maksimum pada Iran dengan tujuan untuk membuat pendapatan minyak negara itu menjadi nol.
Para pejabat Iran telah berulang kali mengancam akan menutup selat yang merupakan salah satu jalur perdagangan minyak global paling penting itu, di tengah ketegangan yang terus meningkat dengan AS.
Sebagian besar minyak bumi dari produsen utama di kawasan ini - termasuk Arab Saudi, Irak dan Kuwait - melewati Selat Hormuz dalam perjalanan ke negara-negara konsumen di Timur Jauh.