Rhany Chairunissa Rufinaldo
30 Agustus 2018•Update: 30 Agustus 2018
Hajer M'tiri
PARIS
Prancis menyelaraskan diri dengan Amerika Serikat (AS) dalam upaya untuk menemukan solusi politik di Suriah, kata Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian pada Rabu.
"Kami memiliki sikap yang sama dengan Amerika Serikat bahwa harus ada beberapa langkah meyakinkan untuk memulihkan perdamaian di Suriah dan untuk menarik pasukan asing, untuk memperkenalkan reformasi konstitusional yang memungkinkan semua warga Suriah, termasuk pencari suaka, untuk berpartisipasi," kata Le Drian dalam pidatonya sebagai bagian dari Konferensi Duta Besar ke-26 yang dibuka di Paris pada Senin.
"Saya berharap dialog ini tetap menjadi dasar bagi platform yang lebih luas, termasuk dengan Rusia dan Turki," tambahnya.
"Mengenai hubungan kami dengan Rusia, beberapa mitra kami memandang negara itu sebagai musuh, dan mereka punya alasan untuk ini, tetapi Prancis tidak berusaha mengisolasi atau melemahkan Rusia. Sebagai imbalannya, kami mengharapkan rasa hormat dan kerja sama," katanya.
Prancis "belum siap membayar" untuk negara-negara Eropa yang tidak menghormati "prinsip-prinsip fundamental" Uni Eropa (UE), Le Drian memperingatkan menjelang pemilihan Eropa yang akan diadakan pada Mei tahun depan.
"Kami tidak siap untuk membayar untuk Eropa yang seperti ini, hal ini harus dibuat jelas," kata Le Drian, mengacu pada Polandia dan Hongaria.
"Setiap negara anggota bebas memilih para pemimpin yang diinginkannya, tetapi visi kami tentang UE sebagai lingkaran utama aliansi dan nilai-nilai tidak kompatibel dengan pemerintah yang tidak menghormati prinsip-prinsip fundamentalnya dan tidak merasa terikat oleh solidaritas masyarakat," dia berkata.
"Pada dasarnya, mereka memiliki pendekatan utilitarian dari UE di mana mereka hanya akan memilih apa yang menarik bagi mereka dan yang paling unggul dalam redistribusi uang."
Mengenai masalah penerimaan migran, dia berharap bahwa posisi yang sama akan diruaikan dengan Jerman sebelum KTT Salzburg yang direncanakan pada September.
"Kami ingin dapat menyamakan posisi Prancis-Jerman sebelum KTT Salzburg pada 20 September agar tidak meninggalkan masalah ini kepada masyarakat dan pedagang dan karena kita tahu bahwa hubungan Prancis-Jerman adalah kekuatan pendorong di belakang pemulihan Eropa," Le Drian menyimpulkan.