Qais Abu Samra
14 Mei 2018•Update: 14 Mei 2018
Qais Abu Samra
RAMALLAH
Menteri Wakaf dan Urusan Agama Palestina, Yousef Adeis, pada hari Minggu menyerukan dunia Arab dan Islam untuk membela pusat Yerusalem Masjid Al-Aqsa dalam melawan pelanggaran Israel.
Berbicara kepada Anadolu Agency, Adeis mengatakan, pelanggaran Israel di situs-situs suci Islam dan Kristen "telah mencapai tingkat yang berbahaya".
Dia mengatakan jumlah orang Yahudi ekstremis yang memaksa masuk ke kompleks Al-Aqsa terus meningkat.
"Kami sekarang berada pada situasi berbahaya setelah Israel berencana untuk menghancurkan Masjid Al-Aqsha dan membangun kuil yang mereka klaim," katanya sambil melanjutkan seruan kepada negara-negara Arab "untuk turut bertanggung jawab atas tempat-tempat suci".
Bagi Muslim, Al-Aqsa mewakili situs ketiga paling suci di dunia. Orang Yahudi, untuk bagian mereka, merujuk daerah itu sebagai "Gunung Bait Suci" dan mengklaim itu sebagai situs dari dua kuil Yahudi di zaman kuno.
Ketegangan telah berkembang di seluruh wilayah Palestina dalam beberapa bulan terakhir, di tengah-tengah demonstrasi warga Palestina yang menuntut hak untuk kembali ke rumah mereka di tanah Palestina yang bersejarah, di mana mereka didorong keluar pada tahun 1948 untuk memberi jalan bagi pembentukan negara baru Israel.
Setidaknya 48 warga Palestina telah menjadi martir dan ratusan orang terluka oleh tembakan Israel sejak demonstrasi dimulai pada 30 Maret lalu.
Unjuk rasa akan mencapai puncaknya pada 15 Mei, yang juga sebagai penanda ulang tahun ke-70 pendirian Israel - sebuah acara yang oleh orang Palestina disebut sebagai "Nakba" atau "Malapetaka."