Megiza Soeharto Asmail
12 April 2018•Update: 12 April 2018
Ayhan Simsek
BERLIN
Kanselir Angela Merkel menolak untuk mengatakan apakah Jerman akan mendukung serangan udara ke Suriah setelah serangan kimia baru-baru ini yang dilakukan oleh rezim Assad menewaskan puluhan warga sipil.
Berbicara di sebuah konferensi pers setelah pertemuan kabinet di Meseberg, Merkel menyatakan kekecewaan atas kegagalan Dewan Keamanan PBB untuk mencapai kesepakatan tentang Suriah.
"Kami sangat menyesal bahwa anggota Dewan Keamanan PBB tidak dapat mencapai kesepakatan kemarin pada resolusi yang dirancang AS," kata Merkel.
Ditanya apakah Jerman akan mendukung kemungkinan serangan udara oleh sekutunya AS dan Prancis, Merkel menolak berkomentar.
"Saya tidak ingin berspekulasi sekarang," katanya.
Rusia mem-veto resolusi yang disusun AS yang direncanakan akan membentuk badan pakar baru untuk menentukan kesalahan atas dugaan serangan kimia di distrik Douma di Ghouta Timur.
The White Helmets, sebuah badan pertahanan sipil, menyalahkan rezim Suriah atas serangan kimia di Douma pada Sabtu yang menewaskan 78 warga sipil dan melukai ratusan korban lainnya.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pada hari Senin bahwa Washington akan memutuskan tanggapannya terhadap serangan kimia dalam dua hari, dan tidak mengesampingkan serangan udara militer.
Kemudian, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pada Selasa bahwa keputusan mengenai apakah akan melakukan pemogokan akan dilakukan "dalam beberapa hari mendatang", setelah menggelar lebih banyak pertemuan dengan AS dan Inggris.
"Keputusan kami tidak akan menargetkan sekutu rezim atau menyerang siapa pun, tetapi menyerang kemampuan kimia rezim," kata Macron dalam konferensi pers bersama dengan Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman di Paris.