Michael Gabriel Hernandez
07 Mei 2026•Update: 07 Mei 2026
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengambil sikap menunggu terkait upaya mencapai kesepakatan permanen untuk mengakhiri perang yang dimulai bersama Israel melawan Iran, dengan menyatakan Washington masih menanti apakah Teheran akan menyetujui perjanjian yang “memuaskan”.
“Kami membuat kemajuan sangat baik terkait Iran. Semuanya berjalan sangat lancar dan kita lihat nanti hasilnya. Mereka ingin membuat kesepakatan, mereka ingin bernegosiasi,” kata Trump dalam acara di Gedung Putih untuk menghormati para ibu anggota militer Amerika Serikat, pada Rabu.
“Kita lihat apakah mereka bisa membuat kesepakatan yang memuaskan bagi kami atau tidak. Kami mengendalikan situasi ini dengan sangat baik,” ujarnya menambahkan.
Sebelumnya, dalam wawancara dengan stasiun televisi PBS, Trump mengatakan kesepakatan harus mencakup pemindahan stok uranium dengan tingkat pengayaan tinggi milik Iran langsung ke Amerika Serikat serta penghentian seluruh operasi fasilitas nuklir bawah tanah Iran.
Meski menyatakan optimistis solusi “sudah sangat dekat”, Trump tetap melontarkan peringatan keras.
“Jika mereka setuju, semuanya selesai. Jika tidak setuju, kami akan membombardir,” kata Trump.
Ia juga membantah laporan bahwa rancangan kesepakatan akan mengizinkan Iran mempertahankan tingkat pengayaan uranium 3,67 persen, dan menegaskan ketentuan itu tidak termasuk dalam kerangka negosiasi saat ini.
Sementara itu, Iran pada Rabu menyatakan proposal Amerika Serikat yang disampaikan melalui mediasi Pakistan masih dalam tahap peninjauan internal.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan kepada kantor berita semi-resmi ISNA bahwa proposal Washington masih diperiksa dan Teheran akan menyampaikan sikap akhirnya kepada Pakistan setelah evaluasi selesai.
ISNA juga melaporkan sebagian isi pemberitaan media Amerika Serikat Axios mengenai kemungkinan kesepakatan antara Teheran dan Washington merupakan “spekulasi media”, sementara tim negosiasi Iran tetap berfokus pada upaya “mengakhiri perang sepenuhnya”.
Axios melaporkan Iran dan Amerika Serikat semakin dekat mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik dan menetapkan parameter negosiasi nuklir yang lebih luas.
Menurut laporan tersebut, Washington mengharapkan tanggapan Teheran atas sejumlah isu utama dalam waktu 48 jam.
Meski belum ada kesepakatan final, pejabat Amerika Serikat disebut menilai pembicaraan kali ini menjadi titik terdekat kedua negara menuju kesepakatan awal sejak konflik dimulai.
Nota kesepahaman yang diusulkan akan menyatakan berakhirnya perang dan membuka masa negosiasi selama 30 hari untuk mencapai kesepakatan yang lebih rinci.
Pembahasan lanjutan akan difokuskan pada pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, pembatasan program nuklir Iran, dan pencabutan sanksi Amerika Serikat.
Islamabad dan Jenewa disebut sedang dipertimbangkan sebagai lokasi negosiasi.
Dalam rancangan kesepakatan, Iran akan menyetujui moratorium pengayaan uranium, sementara Amerika Serikat secara bertahap melonggarkan sanksi dan mencairkan miliaran dolar dana Iran yang dibekukan.
Kedua pihak juga disebut akan melonggarkan pembatasan terkait Selat Hormuz, termasuk pembatasan pelayaran oleh Iran dan blokade laut Amerika Serikat.
Namun, durasi moratorium pengayaan uranium masih menjadi perdebatan. Iran sebelumnya mengusulkan jangka waktu lima tahun, sementara Amerika Serikat menginginkan 20 tahun.