Rhany Chairunissa Rufinaldo
22 November 2018•Update: 22 November 2018
Ayhan Simsek
BERLIN
Kanselir Jerman Angela Merkel pada Rabu menyatakan dukungannya untuk perjanjian migrasi PBB, mengatakan bahwa hanya kerjasama internasional yang bisa menyelesaikan tantangan global.
Berbicara di hadapan anggota parlemen dalam sidang tentang anggaran tahunan, Merkel dengan tajam mengkritik sayap kanan Alternatif untuk Jerman (AfD) atas penentangannya terhadap Kesepakatan Global untuk Migrasi PBB.
“Kita telah mengalaminya, masalah perpindahan dan migrasi hanya dapat diatasi dalam konteks internasional, tidak ada negara yang dapat mengatasi masalah ini sendirian,” kata Merkel, mengacu pada arus pengungsi Suriah sejak 2015.
Dia memuji keberhasilan perjanjian pengungsi Uni Eropa-Turki dalam melawan migrasi ilegal dan meningkatkan kondisi kehidupan pengungsi Suriah.
Merkel menggarisbawahi bahwa Kesepakatan Global untuk Migrasi PBB tidak akan mengikat secara hukum, tetapi akan menetapkan pedoman bagi negara-negara mengenai isu migrasi dan suaka.
“Dengan perjanjian ini, kita bisa mencari jawaban yang benar. Kita masih berada di awal, kita akan mencoba menemukan solusi internasional bersama-sama untuk berbagai permasalahan global,” katanya.
Perjanjian penting PBB tentang migrasi telah dirampungkan pada Juli, setelah diskusi selama dua tahun oleh antara negara-negara anggota.
Perjanjian yang tidak mengikat secara hukum dan bertujuan untuk membuat migrasi lebih teratur dan lebih aman di seluruh dunia ini akan diresmikan pada konferensi internasional di Maroko pada 10 hingga 11 Desember.
Sejumlah negara Eropa dan beberapa negara lain termasuk AS, Israel dan Australia baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka tidak akan menandatangani perjanjian tersebut, mengklaim bahwa hal itu dapat mengganggu kedaulatan dan kebijakan imigrasi mereka.