Rhany Chairunissa Rufinaldo
10 Maret 2020•Update: 10 Maret 2020
Halime Afra Aksoy
ANKARA
Gerilyawan yang berafiliasi dengan komandan pemberontak Libya, Khalifa Haftar, menghantam dua sekolah dengan tembakan roket, Senin.
Dalam sebuah pernyataan di media sosial, Pemerintah Kota Abu Salim mengatakan tidak ada yang terbunuh atau terluka dalam serangan tersebut karena sekolah dalam keadaan kosong.
Pada 27 Februari, Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui PBB mengatakan 21 warga sipil tewas dan 31 lainnya terluka di tengah kampanye militer tanpa henti oleh pasukan Haftar yang menargetkan wilayah sipil tanpa pandang bulu.
Meskipun gencatan senjata disepakati pada 12 Januari, pasukan yang setia kepada Haftar berulang kali melanggar gencatan senjata.
Sejak penggulingan pemerintahan Muammar Khaddafi pada 2011, dua poros kekuasaan yang saling bersaing muncul di Libya, satu di Libya Timur yang didukung oleh Mesir dan Uni Emirat Arab, dan satu lagi di Tripoli yang mendapat pengakuan PBB dan internasional.
GNA yang diakui secara internasional terus-menerus diserang oleh pasukan Haftar sejak April lalu, menewaskan lebih dari 1.000 orang.