Maria Elisa Hospita
24 Januari 2018•Update: 25 Januari 2018
Ali Jawad
BAGHDAD
Setidaknya 450.000 pengungsi telah dipulangkan ke rumah mereka di utara Provinsi Niniwe, Irak, setelah kelompok teroris Daesh berhasil diusir dari wilayah tersebut, kata pemerintah Irak, Selasa.
"Kementerian Imigrasi dan Urusan Pengungsi telah memulangkan sekitar 450.000 orang - dari 1,3 juta orang - setelah Provinsi Niniwe terbebas dari Daesh," kata Menteri Imigrasi Jassim al-Jaf dalam pernyataan.
"Repatriasi pengungsi memerlukan waktu dan koordinasi ketat dengan seluruh instansi terkait. Selain itu, diperlukan pula pemulihan keamanan di seluruh wilayah tersebut," jelas dia.
Mengenai kemungkinan adanya warga lokal yang bekerja sama dengan Daesh, al-Jaf mengakui bahwa masih banyak "masalah sosial dan keamanan yang menghambat proses repatriasi".
Berdasarkan data kementerian, sekitar 5,7 juta orang Irak terpaksa meninggalkan rumah mereka - di tujuh dari 19 provinsi di Irak - setelah kelompok teroris Daesh menguasai sebagian besar wilayah Irak pada pertengahan 2014.
Sementara data terbaru badan keamanan Irak menunjukkan bahwa sekitar 2,4 juta - sekitar 40 persen dari jumlah keseluruhan - telah dipulangkan.
Pada musim panas 2014, Daesh menduduki sekitar sepertiga wilayah Irak. Namun, sepanjang 2017, militer Irak - yang didukung koalisi pimpinan Amerika Serikat - telah berhasil memulihkan semua wilayah yang dikuasai teroris.